7/12/05

Presiden SBY terima menantu

SBY Ngunduh Mantu
Tak Ada Mantan Presiden yang Hadir

<<< SUNGKEMAN: Pasangan Agus Harimurti dan Anissa Pohan melaksanakan sungkeman kepada orang tua mempelai putra usai melaksanakan akad nikah Jumat (8/7). (57) - SM/Antara



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat sumringah saat melaksanakan perhelatan putera pertamanya, Lettu Infantri Agus Harimurti Yudhoyono yang menikahi bintang iklan dan presenter televisi, Annisa Larasati Pohan. Ketika memberikan sambutan singkat sebelum acara ngunduh mantu di halaman Istana Kepresidenan Bogor itu dimulai, Yudhoyono mengatakan dirinya bangga atas perkawinan yang terjadi antara puteranya dengan Annisa Pohan.

"I'm just the proud father of Agus and father-in-law of Annisa," kata Yudhoyono yang menyampaikan sambutan selamat datang dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Dengan mengenakan beskap hijau tua dan kain warna coklat dan blangkon warna senada, Yudhoyono meminta doa restu dari hadirin bagi Agus dan Annisa dan meminta maaf kepada para tokoh dan masyarakat karena mau tidak mau harus membatasi jumlah undangan dengan alasan keterbatasan tempat.

Sementara itu, sebelumnya dalam jumpa pers menjelang resepsi, Yudhoyono saat menjawab pertanyaan wartawan mengatakan dirinya yakin Annisa mampu menjalani kehidupan sebagai isteri Agus Harimurti, yang memiliki kehidupan keprajuritan yang disebutnya khas.

"Annisa adalah pilihan yang tepat dari anak saya, bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan keprajuritan yang memerlukan banyak pengorbanan karena sering ditinggal bertugas atau latihan," kata Yudhoyono.

Annisa menyatakan siap menanggung konsekuensi sebagai isteri prajurit, termasuk jika Agus harus bertugas ke daerah. "Kami saling menghargai profesi masing-masing. Kalau Mas Agus harus ke luar daerah, saya siap," katanya.

Sebelum resepsi, Agus dan Annisa pada pukul 18.30 di Ruang Garuda, Istana Bogor, mengikuti upacara Pedang Pora yang digelar oleh teman-teman seangkatan Agus lulusan Akedemi Militer tahun 2000, dengan inspektur upacara Pangkostrad Letjen TNI Hadi Waluyo. Pedang Pora merupakan prosesi kemiliteran sebagai bentuk penghormatan kepada anggota militer yang memasuki jenjang perkawinan.

Agus, yang kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 itu, adalah lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dan mendapatkan Bintang Adhi Mahayasa, bintang yang sama yang direbut ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono pada 1973.

Saat ini Lettu Inf Agus menjabat sebagai Komandan Peleton Kompi C Batalyon Infantri (Yonif) 305 Kostrad di Karawang, Jawa Barat.

Dalam upacara yang dihadiri kalangan terbatas itu, terlihat sejumlah tokoh, antara lain Kasad Letjen TNI Joko Santoso, mantan Kasad Jenderal Ryamizard Ryacudu, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, mantan Wapres Try Sutrisno, pengusaha Bob Hassan, dan Menlu Timtim Ramos Horta.

Resepsi di halaman belakang Istana Bogor di dalam tenda raksasa itu sendiri dimulai pada pukul 19:00 WIB, dihadiri oleh ribuan undangan. Namun, di antara tamu undangan tidak ada satu pun mantan presiden RI yang hadir.

Di taman depan tempat resepsi terdapat karangan bunga kiriman keluarga Megawati Soekarnoputri.

Karangan bunga dengan papan putih berukuran 40X50 cm itu bertuliskan "Kepada Ananda Berdua, Agus dan Annisa, Selamat Menempuh Hidup Baru. Tertanda Keluarga Taufiq Kiemas".

Agus, yang berseragam TNI lengkap, dan Annisa dengan kebaya warna hijau muda, menduduki pelaminan terbuat dari kayu berukir, yang ditempatkan di atas panggung, diapit oleh Yudhoyono dan Ani Yudhoyono di sebelah kanan, dan Aulia Pohan-Yani Pohan di sebelah kiri mereka.

Ruang resepsi itu sendiri diisi dengan meja-meja yang menyajikan berbagai macam hidangan.

Di sekitar panggung hiburan, misalnya, para tamu undangan dapat menikmat berbagai menu makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Soto Bangkok, Soto Bogor, Pempek dan Roti Canai.

Di samping kiri pelaminan, dihidangkan berbagai masakan Jepang, seperti sashimi, sukiyaki dan sushi. Konon Annisa, sang mempelai wanita, sangat menyukai masakan Jepang, karena walaupun dilahirkan di Boston, AS, ia juga sempat menghabiskan masa kecilnya di Jepang.

Bagi para tamu undangan yang sangat-sangat penting (VVIP), disediakan ruangan makan khusus di sebelah kiri pelaminan.

Acara resepsi, selain diiringi dengan tabuhan gamelan Jawa, juga dimeriahkan dengan hiburan oleh pentolan kelompok musik Dewa, Ahmad Dani, Maia Ratu, serta sejumlah artis lainnya yang diiringi band pimpinan Purwacaraka.

Tak Ganggu Aktivitas

Pada pukul 17.30 WIB SBY bersama dengan besan dan kedua mempelai muncul di beranda belakang Istana Bogor untuk memberikan keterangan pers.

Tampil dengan mengenakan beskap pakaian adat khas Yogyakarta warna biru tua kehijauan, SBY, Aulia Pohan dan Edi Baskoro Yudhoyono yang tidak lain adalah adik kandung dari Agus Harimurti Yudhoyono mempelai pria yang saat ini sedang berbahagia.

NY. Ani Yudhoyono dan Ny Aulia Pohan pun tampil dengan mengenakan warna yang sepadan dengan suaminya dan berpakaian adat Jogja hanya saja lebih muda dari pakaian yang dikenakan oleh suaminya.

Sementara itu, Annisa Pohan tampil dengan mengenakan adat Jawa Jogya dengan warna biru tua kehijauan yang jauh lebih muda.

Sedangkan Agus Harimurti mengenakan pakaian prajurit dengan baret warna hijau.

Tentang Annisa Pohan, yang sekarang menjadi menantunya, SBY mengatakan bahwa tentu ini adalah pilihan terbaik dari anaknya.

Annisa sendiri tambahnya, menyatakan bahwa ia sudah menjalani hubungan dengan Agus selama satu tahun. "Selama itu mereka sudah menjajagi dan mempelajari profesi ma-sing-masing dan mencocokan persamaan diantara mereka," ujarnya.

Sementara itu, Annisa menyatakan bahwa Agus sudah mencintai profesinya sebagai artis.

Pun demikian dengan Annisa. Sehingga tidak ada masalah bagi keduanya.

"Kalau misalnya konsekuensi saya harus ikut suami untuk tugas ke luar daerah saya sudah siap. Apapun konsekuensinya. Sebagai seorang istri prajurit saya siap." katanya.

Dalam jumpa persnya, SBY menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang dengan berbagai pertimbangan tidak bisa diundang menghadiri resepsi pernikahan kali ini. Dalam kesempatan itu, SBY juga sempat memohonkan doa restu untuk anaknya.

Sedangkan kaitannya dengan semangat antikorupsi, kepala negara meyakinkan bahwa tidak ada sesuatu yang perlu dicurigai karena ia justru memimpin langsung penegakan pemerintah yang bersih.

"Karena itu jika ada yang tidak tepat dalam pemberian hadiah dalam pernikahan ini saya tidak akan terima meskipun niatnya baik," katanya.

Gosip 2 Miliar, Ngambek

SBY sempat tertegun saat ada pertanyaan dari seorang wartawati infotainment yang menohok menanyakan gosip biaya pernikahan yang konon mencapai Rp 2 miliar. Wartawati itu sempat memperta-nyakan akuntabilitas biaya pernikahan pada publik. Mendapat pertanyaan seperti itu, SBY pun menjawab bahwa gosip itu tidak benar.

Dia kembali mempertanyakan apa sudah pada tempatnya apabila acara keluarga harus dipertanggungjawabkan pada publik dalam suasana demikian. "Saya akan mempertanggungjawabkan dana ini sebaik-baiknya. Saya tidak mungkin mengambil satu sen pun dari uang rakyat atau uang negara. nanti akan saya jelaskan jika ada sesuatu yang ganjil," katanya.

Akibat pertanyaan dari war-tawati tadi, wartawan yang seharusnya masih bisa bertanya panjang lebar, tidak dapat terlaksana karena SBY keburu ngambek.

"Terima kasih rekan-rekan, sayang sekali waktunya banyak namun karena pertanyaan yang menyangkut akuntabilitas tadi nanti kita mengobrol lain waktu saja," katanya. (Fauzan Djayadi, Ali Imron Hamid-48)


Jul 09 14:23 UPACARA" PEDANG PORA" UNTUK AGUS HARIMURTI YUDHOYONO

Jakarta (ANTARA News) - Sehari setelah upacara akad nikah Agus Harimurti, putera sulungnya dengan artis Annisa Larasati Pohan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu malam akan menggelar resepsi pernikahan kedua mempelai di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Pedang Pora" adalah acara utama yang akan mengisi rangkaian upacara resepsi pernikahan Lettu Infantri Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Pohan.

Pedang Pora itu sendiri adalah sebuah tradisi yang dilakukan terhadap setiap lulusan Akademi Militer saat mereka melangsungkan pernikahan, termasuk bagi Agus, yang saat ini bertugas di Batalyon Infanteri (Yonif) Lintas Udara (Linud) 305/Tengkorak Kostrad, Karawang, Jawa Barat.

Upacara bagi pasangan Agus dan Annisa akan dilaksanakan oleh teman-teman seangkatan Agus dari Akmil lulusan tahun 2000 itu di Ruang Garuda, Istana Bogor, pada pukul 18:30 WIB.

Hanya keluarga kedua mempelai dan undangan sangat terbatas yang akan mengikuti upacara tersebut.

Menurut rencana bertindak sebagai petugas upacara Pedang Pora adalah Kolonel Infanteri Herominus Guru sementara Inspektur Upacara adalah Pangkostrad Letjen TNI Hadi Waluyo.

Selain acara "Hunus Pedang", pembentukan formasi oleh 17 perwira TNI serta "Payung Pora", upacara Pedang Pora juga akan diisi dengan pemasangan cincin kawin oleh Lettu Agus dan Annisa, penyerahan pakaian Persit, serta pembacaan puisi.

Upacara akan ditutup dengan laporan komandan Pora kepada kedua mempelai dan laporan pemimpin upacara kepada Inspektur Upacara.

Usai upacara, resepsi pernikahan bagi 2.000 undangan akan digelar mulai pukul 19:00 di halaman belakang Istana Bogor.

Sebelumnya, pada Kamis (8/7), Lettu Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Larasati Pohan telah melaksanakan akad nikah di kediaman orangtua Annisa, Aulia Pohan, di Jalan Senopati No 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Akad nikah tersebut dipimpin oleh penghulu Anwar Saadi, yang merupakan kepala Kantor Urusan Agama Kebayoran Baru.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara akad nikah tersebut bertindak sebagai saksi mempelai putera, sementara saksi untuk mempelai putri adalah mantan Gubernur Bank Indonesia, Arifin Siregar.

Kedua mempelai pada rangkaian akad nikah itu mendapatkan nasihat perkawinan dari Abdullah Gymnastiar, atau yang dikenal sebagai Aa Gym.(*)

Berita Terkait:



No comments: